Minggu, 03 Mei 2015

KENANGAN MENGUSIK HATI

Suara angin di musim panas ini, mengingatkanku ke segores kenangan indah itu. Delapan tahun yang kurang lambat, hari demi hari begitu cepat berlalu, layaknya aroma tempe goreng yang tak sempat ku makan pagi tadi. Jalan cerita yang sangat tak terduga, dan secara alami alur kehidupanlah yang mengantarkanku ke tempat ini. Aku rasa ada yang kurang saat musim panas kali ini. Aku lupa, lagu apa yang ku putar waktu itu?

Liburan tengah semester tahun lalu, aku hendak berlibur ke tempat yang damai, tempat dimana aku dilahirkan, tempat  aku menerima sosialisi primer dan sekunder. Hm, sangat senang bisa kembali ke sana, suasana sejuk di hatiku pun kembali hadir. “Bu, apa benar besok kita akan ke sana?” tanyaku dengan penuh semangat. “iya, kamu tampak semangat sekali? Siapkan saja barang-barang yang akan kamu bawa”, Jawab ibu, “siap bu” dengan penuh semangat aku menjawabnya. Malam hari sebelum keberangkatan, aku tak bisa tidur, mataku masih tetap menonton Anime di depan layar laptopku. Alasan dasar yang membuatku tak bisa tidur yaitu hanya karena ingin ceepat hari esok. Tik.. tok.. tik.. tok... tak kusangka waktu sudah menunjukan pukul  12 malam, “huft.. tidur..tidurr, fyuh banget dah pengen cepet besok” ucapku. Hari sabtu yang cerah, “Yosh! Aku siap, aku siap, aku siap!” ucapku mengawali haru itu. Sepanjang perjalanan aku sangat menikmati pemandangan alam Indonesia yang indah permata permai. Akhirnya setelah perjalanan yang sangat melelahkan, kami sampai di tugu “Selamat Datang”. Masih seperti dulu, kota ini tak akan berubah bagiku, kota dimana aku hidup dan masih menunjukan warnanya.

Kurang dari satu jam akhirnya kami sampai di “Anggrek IV”,  tempat yang indah, nama dari tempat sejuta cerita. Tapi, sekarang telah banyak perubahan di sana, lapangan tempat kami bermainpun sekarang telah menjadi kebun yang ditanami pepohonan pisang dan sejenisnya, bahkan bangunan sekolah, rumah-rumah, dan teman-temanku pun sekarang entah berada dimana. Aku berlibur ke sana untuk berkunjung ke rumah pamanku, yang rumahnya bersebelahan dengan rumahku yang dulu. Rumahku itu sekarang telah  berbeda, fyuh mungkin lebih tepatnya rumah orang lain, karena sekarang rumah itu telah dimiliki oleh keluarga yang berbeda. Mungkin  memang tempat itu telah banyak perubahan, tapi seperti apa yang ku bilang, semuanya takan berubah bagiku.

Setelah beristirahat dan bercengkrama, pada sore hari aku pun memutuskan untuk meminjam sebuah sepeda tua milik paman untuk sekedar berkeliling dan mengingat masa kecil yang sangat indah itu. Sepanjang perjalanan, aku sangat senang bisa kembali ke tempat itu, banyak yang tertingggal di sana, kenangan, cinta, tujuan, dan masih banyak aspek yang membuatku senang untuk berkunjung ke sana. Di tengah perjalanan, aku bertemu dengan salah satu teman kecil ku, aku menyapanya dan percakapan kami pun tidak nampak seperti 8 tahun tak bertemu, tapi percakapan kita layaknya baru betemu kemarin sore, tak lama kemudian temanku pun berkata bahwa ia harus segera pulang, “oia, maaf aku harus pulang nih, ada urusan yang belum kelar, next time ngobrol-ngobrol lagi sama temen yang lain juga lah, emang kamu kapan pulang?”, akupun berkata, “oh ok, saya juga mau lanjut jalan-jalan aja. Kayaknya besok juga pulang, yup mungkin kapan-kapan  ngobrol satai lagi sama yang lain.” Aku tau, sekarang sudah beda masanya, setahuku dulu sebab dia pulang saaat bermain yaitu, karena belum mandi atau akan membeli tamagotchi baru di toko mainan. Aku pun dengan senang  melanjutkan perjalan itu. Aku pulang kembali ke rumah paman dengan persaan senang, senang karena ternyata temanku masih ingat padaku. Hari itu menjadi salah satu hari terbaik di tahun kemarin. Dan sekarang aku tersadar, kita harus melangkah ke depan, tapi kenangan itu adalah sesuatu yang tak bisa hilang dan tak bisa diubah.

Masa kecil yang bahagia dan sangat menyenangkan, masa dimana aku membeli chiki hanya karna hadiahnya, masa dimana anak-anak bermain tidak memakai server, dan masa dimana kita  menghabiskan malam minggu dengan “kotak pos belum diisi”  Kota sejuta kenangan dan kota berjuta cerita, itulah julukan tersendiri dariku, pergi ke sana layaknya kembali ke masa sekarang. Dan takan ada yang tau kemana aku akan berlayar, yang jelas ke tempat yang indah dan paling cerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar